Penjelasan Tentang Managemen Pengendalian Mutu, Tepat Biaya, Tepat Mutu, Tepat Waktu
Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu (Quality Control), atau QC untuk akronimnya, adalah suatu proses yang pada intinya adalah menjadikan entitas sebagai peninjau kualitas dari semua faktor yang terlibat dalam kegiatan produksi. Terdapat tiga aspek yang ditekankan pada pendekatan ini, yaitu:
1. Unsur-unsur seperti kontrol, manajemen pekerjaan, proses-proses yang terdefinisi dan telah terkelola dengan baik, kriteria integritas dan kinerja, dan identifikasi catatan.
2. Kompetensi, seperti pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi.
3. Elemen lunak, seperti kepegawaian, integritas, kepercayaan, budaya organisasi, motivasi, semangat tim, dan hubungan yang berkualitas.
Lingkup kontrol termasuk pada inspeksi produk, di mana setiap produk diperiksa secara visual, dan biasanya pemeriksaan tersebut menggunakan mikroskop stereo untuk mendapatkan detail halus sebelum produk tersebut dijual ke pasar eksternal. Seseorang yang bertugas untuk mengawasi (inspektur) akan diberikan daftar dan deskripsi kecacatan-kecacatan dari produk cacat yang tidak dapat diterima (tidak dapat dirilis), contohnya seperti keretak atau kecacatan permukaan. Kualitas dari output akan beresiko mengalami kecacatan jika salah satu dari tiga aspek tersebut tidak tercukupi.
Penekanan QC terletak pada pengujian produk untuk mendapatkan produk yang cacat. Dalam pemilihan produk yang akan diuji, biasanya dilakukan pemilihan produk secara acak (menggunakan teknik sampling). Setelah menguji produk yang cacat, hal tersebut akan dilaporkan kepada manajemen pembuat keputusan apakah produk dapat dirilis atau ditolak. Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas dan merupakan upaya untuk meningkatkan dan menstabilkan proses produksi (dan proses-proses lainnya yang terkait) untuk menghindari, atau setidaknya meminimalkan, isu-isu yang mengarah kepada kecacatan-kecacatan di tempat pertama, yaitu pabrik. Untuk pekerjaan borongan, terutama pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh instansi pemerintah, isu-isu pengendalian mutu adalah salah satu alasan utama yang menyebabkan tidak diperbaharuinya kontrak kerja.
Penjelasan Tentang Tepat Biaya, Tepat Mutu, Tepat Waktu
1. BIAYA = TEPAT BIAYA = tidak boleh melebihi anggaran (TIME SCHEDULE)
2. MUTU = TEPAT MUTU = Tidak boleh menyalahi spesifikasi (RAP dan RAB)
3. WAKTU = TEPAT WAKTU = Tidak terlambat dari schedule yang ditentukan (RKS, gambar rencana, gambar kerja)
PENGENDALIAN
Tujuan Pengendalian = Adalah usaha meminimalkan penyimpangan agar sesuai dengan perencanaan.
Pengendalian Waktu
Untuk Pengendalian waktu dapat digunakan “Time Schedule”, dengan adanya :
1. Kurva S –> Dengan cara UPDATING dan ANALYSIS VARIAN
2. Bar Chart
UPDATING = Menggambarkan/memperbarui TIME SCHEDULE umumnya mingguan.
ANALYSIS VARIAN = Membandingkan varian yang lama dan varian yang baru
Macam-macam solusi apabila terjadi keterlambatan waktu :
1. Crassprogram
2. Re-scheduling
3. Re-engineering
Crassprogram : program khusus jangka pendek untuk mengejar ketinggalan. Catatan : Apabila ketertinggalan belum parah.(penambahan waktu jam kerja, penambahan tenaga kerja)
Re-scheduling : Penjadwalan ulang, digunakan apabila keterlambatan sudah banyak, butuh persetujuan owner dan pengawas.
Re-engineering : Mengubah alat kerjanya (pacul menjadi excavator) mengubah bahannya (bekisting kayu plat menjadi bondek), mengubah metodenya.
Crassprogram dapat digabung dengan Re-engineering.
Dengan pengendalian mutu yang baik maka pekerjaan akan lebih cepat selesai, sehingga keuntungan yang didapat adalah :
1. Menghemat biaya (manajemen, tukang) tapi juga ada uang lembur, karena pekerjaan cepat selesai
2. Tenaga ahli dapat dialihkan pada proyek lainnya
Bagaimanakah bila keterlambatan terjadi pada lintasan kritis ????????
Keterlambatan pada lintasan kritis tidak masalah apabila masih ada waktu tenggangnya, tapi dari segi prestasi kurang baik !!!!!!!!
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU
Dasar perencanaan dan pengendalian mutu adalah RKS, gambar bestek dan lain-lain.
Alat Pengendalian Mutu dengan membuat tabel daftar mutu, yang diambil dari RKS, kegunaannya adalah untuk memudahkan dalam pengendalian mutu, daripada membuka RKS yang tebal dan mencari satu per satu.
Contoh tabel daftar mutu :
Pengendalian mutu :
1. Evaluasi :
2. Pengamatan : Pengamatan atau pengawasan dilakukan langsung dengan mengamati seperti pekerjaan pembesian, pengecoran dan pemasangan bekisting.
3. Uji Laboratorium : Sampel- sampel seperti beton di uji kekuatan tekannya di laboraturium dan baja di uji kekuatan tariknya.
4. Laporan : Laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan dan laporan akhir yang dilengkapi dengan foto atau video.
5. Meeting : Meeting dilakukan mingguan, bulanan, meeting khusus, setelah ada termin, PHO (pre hand over) atau FHO (final hand over).
• PHO (Pre Hand Over) = adalah meeting yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan.
• FHO (Final Hand Over) = adalah meeting yang dilakukan pada akhir masa pemeliharaan
Dan juga Konsultan perencana melakukan pengawasan berkala agar tau ada spec yang tidak sesuai dengan perencanaannya.
Setiap pendatangan material harus ada ijin kerja dan sample materialnya.
Perencanaan dan Pengendalian Biaya
Dasar perencanaan biaya adalah RAB, perencanaan dan pengendalian biaya dapat dilihat dari 2 sisi, yaitu :
Penjelasan gambar di atas adalah sebagai berikut :
1. IDE : ide masih berupa gagasan belum direalisasikan jadi belum ada gambar dan perencanaannya adalah global.
2. STUDI KELAYAKAN : Ide kemudian ditinjau sejauh mana kelayakannya untuk direalisasikan, dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan biaya. Dengan menggunakan metode membandingkan antara proyek lama dan proyek baru dari segi mutu, index waktu, kapasitas, elemen dan lain2.
( penjelasan lebih detail di gambar di bawah)
3. LAYAK : Layak berarti ide sudah teruji kelayakannya untuk direalisasikan.
4. PERENCANAAN : Perencanaan meliputi perencanaan keuangan detail yang tidak menyimpang dari perencanaan global studi kelayakan.
5. LELANG : Lelang dilaksanakan untuk mencari kontraktor sebagai pelaksana proyek, dengan berpedoman pada Engineer Estimate dan Owner Estimate agar kontraktor tidak sembarang menawar.
6. PELAKSANAAN : Pengendalian keuangan owner yaitu dengan adanya jaminan dari kontraktor dan pembayaran termin yang diberikan sesuai dengan prestasi kerja kontraktor. contoh : prestasi 30% uang yang diberikan 25%.
Dari sisi kontraktor :
Dengan Penjelasan sbb :
1. Lelang : Sebelum mengajukan penawaran harga ada baiknya pertama : mengecek harga pasar baik material, tenaga kerja dan peralatan. kedua, mengecek pajak resmi dan tidak resmi (tidak resmi ngemel dpr , dinas dll) ketiga, biaya operasional / manajemen yaitu tenaga ahli. keempat, biaya tidak terduga (transportasi, dll), kelima , perkirakan keuntungan anda umumnya 10%.
2. Pelaksanaan : menyusun RAP yang nominalnya harus lebih kecil dari RAB agar kontraktor dapat keuntungan
Pengendalian mutu (Quality Control), atau QC untuk akronimnya, adalah suatu proses yang pada intinya adalah menjadikan entitas sebagai peninjau kualitas dari semua faktor yang terlibat dalam kegiatan produksi. Terdapat tiga aspek yang ditekankan pada pendekatan ini, yaitu:
1. Unsur-unsur seperti kontrol, manajemen pekerjaan, proses-proses yang terdefinisi dan telah terkelola dengan baik, kriteria integritas dan kinerja, dan identifikasi catatan.
2. Kompetensi, seperti pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi.
3. Elemen lunak, seperti kepegawaian, integritas, kepercayaan, budaya organisasi, motivasi, semangat tim, dan hubungan yang berkualitas.
Lingkup kontrol termasuk pada inspeksi produk, di mana setiap produk diperiksa secara visual, dan biasanya pemeriksaan tersebut menggunakan mikroskop stereo untuk mendapatkan detail halus sebelum produk tersebut dijual ke pasar eksternal. Seseorang yang bertugas untuk mengawasi (inspektur) akan diberikan daftar dan deskripsi kecacatan-kecacatan dari produk cacat yang tidak dapat diterima (tidak dapat dirilis), contohnya seperti keretak atau kecacatan permukaan. Kualitas dari output akan beresiko mengalami kecacatan jika salah satu dari tiga aspek tersebut tidak tercukupi.
Penekanan QC terletak pada pengujian produk untuk mendapatkan produk yang cacat. Dalam pemilihan produk yang akan diuji, biasanya dilakukan pemilihan produk secara acak (menggunakan teknik sampling). Setelah menguji produk yang cacat, hal tersebut akan dilaporkan kepada manajemen pembuat keputusan apakah produk dapat dirilis atau ditolak. Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas dan merupakan upaya untuk meningkatkan dan menstabilkan proses produksi (dan proses-proses lainnya yang terkait) untuk menghindari, atau setidaknya meminimalkan, isu-isu yang mengarah kepada kecacatan-kecacatan di tempat pertama, yaitu pabrik. Untuk pekerjaan borongan, terutama pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh instansi pemerintah, isu-isu pengendalian mutu adalah salah satu alasan utama yang menyebabkan tidak diperbaharuinya kontrak kerja.
Penjelasan Tentang Tepat Biaya, Tepat Mutu, Tepat Waktu
1. BIAYA = TEPAT BIAYA = tidak boleh melebihi anggaran (TIME SCHEDULE)
2. MUTU = TEPAT MUTU = Tidak boleh menyalahi spesifikasi (RAP dan RAB)
3. WAKTU = TEPAT WAKTU = Tidak terlambat dari schedule yang ditentukan (RKS, gambar rencana, gambar kerja)
PENGENDALIAN
Tujuan Pengendalian = Adalah usaha meminimalkan penyimpangan agar sesuai dengan perencanaan.
Pengendalian Waktu
Untuk Pengendalian waktu dapat digunakan “Time Schedule”, dengan adanya :
1. Kurva S –> Dengan cara UPDATING dan ANALYSIS VARIAN
2. Bar Chart
UPDATING = Menggambarkan/memperbarui TIME SCHEDULE umumnya mingguan.
ANALYSIS VARIAN = Membandingkan varian yang lama dan varian yang baru
Macam-macam solusi apabila terjadi keterlambatan waktu :
1. Crassprogram
2. Re-scheduling
3. Re-engineering
Crassprogram : program khusus jangka pendek untuk mengejar ketinggalan. Catatan : Apabila ketertinggalan belum parah.(penambahan waktu jam kerja, penambahan tenaga kerja)
Re-scheduling : Penjadwalan ulang, digunakan apabila keterlambatan sudah banyak, butuh persetujuan owner dan pengawas.
Re-engineering : Mengubah alat kerjanya (pacul menjadi excavator) mengubah bahannya (bekisting kayu plat menjadi bondek), mengubah metodenya.
Crassprogram dapat digabung dengan Re-engineering.
Dengan pengendalian mutu yang baik maka pekerjaan akan lebih cepat selesai, sehingga keuntungan yang didapat adalah :
1. Menghemat biaya (manajemen, tukang) tapi juga ada uang lembur, karena pekerjaan cepat selesai
2. Tenaga ahli dapat dialihkan pada proyek lainnya
Bagaimanakah bila keterlambatan terjadi pada lintasan kritis ????????
Keterlambatan pada lintasan kritis tidak masalah apabila masih ada waktu tenggangnya, tapi dari segi prestasi kurang baik !!!!!!!!
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU
Dasar perencanaan dan pengendalian mutu adalah RKS, gambar bestek dan lain-lain.
Alat Pengendalian Mutu dengan membuat tabel daftar mutu, yang diambil dari RKS, kegunaannya adalah untuk memudahkan dalam pengendalian mutu, daripada membuka RKS yang tebal dan mencari satu per satu.
Contoh tabel daftar mutu :
Pengendalian mutu :
1. Evaluasi :
2. Pengamatan : Pengamatan atau pengawasan dilakukan langsung dengan mengamati seperti pekerjaan pembesian, pengecoran dan pemasangan bekisting.
3. Uji Laboratorium : Sampel- sampel seperti beton di uji kekuatan tekannya di laboraturium dan baja di uji kekuatan tariknya.
4. Laporan : Laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan dan laporan akhir yang dilengkapi dengan foto atau video.
5. Meeting : Meeting dilakukan mingguan, bulanan, meeting khusus, setelah ada termin, PHO (pre hand over) atau FHO (final hand over).
• PHO (Pre Hand Over) = adalah meeting yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan.
• FHO (Final Hand Over) = adalah meeting yang dilakukan pada akhir masa pemeliharaan
Dan juga Konsultan perencana melakukan pengawasan berkala agar tau ada spec yang tidak sesuai dengan perencanaannya.
Setiap pendatangan material harus ada ijin kerja dan sample materialnya.
Perencanaan dan Pengendalian Biaya
Dasar perencanaan biaya adalah RAB, perencanaan dan pengendalian biaya dapat dilihat dari 2 sisi, yaitu :
Penjelasan gambar di atas adalah sebagai berikut :
1. IDE : ide masih berupa gagasan belum direalisasikan jadi belum ada gambar dan perencanaannya adalah global.
2. STUDI KELAYAKAN : Ide kemudian ditinjau sejauh mana kelayakannya untuk direalisasikan, dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan biaya. Dengan menggunakan metode membandingkan antara proyek lama dan proyek baru dari segi mutu, index waktu, kapasitas, elemen dan lain2.
( penjelasan lebih detail di gambar di bawah)
3. LAYAK : Layak berarti ide sudah teruji kelayakannya untuk direalisasikan.
4. PERENCANAAN : Perencanaan meliputi perencanaan keuangan detail yang tidak menyimpang dari perencanaan global studi kelayakan.
5. LELANG : Lelang dilaksanakan untuk mencari kontraktor sebagai pelaksana proyek, dengan berpedoman pada Engineer Estimate dan Owner Estimate agar kontraktor tidak sembarang menawar.
6. PELAKSANAAN : Pengendalian keuangan owner yaitu dengan adanya jaminan dari kontraktor dan pembayaran termin yang diberikan sesuai dengan prestasi kerja kontraktor. contoh : prestasi 30% uang yang diberikan 25%.
Dari sisi kontraktor :
Dengan Penjelasan sbb :
1. Lelang : Sebelum mengajukan penawaran harga ada baiknya pertama : mengecek harga pasar baik material, tenaga kerja dan peralatan. kedua, mengecek pajak resmi dan tidak resmi (tidak resmi ngemel dpr , dinas dll) ketiga, biaya operasional / manajemen yaitu tenaga ahli. keempat, biaya tidak terduga (transportasi, dll), kelima , perkirakan keuntungan anda umumnya 10%.
2. Pelaksanaan : menyusun RAP yang nominalnya harus lebih kecil dari RAB agar kontraktor dapat keuntungan
Komentar
Posting Komentar